My Little Star [On Going]

My Little Star [On Going]

  • WpView
    Reads 933
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 18, 2021
"Erza, kalo kamu adalah bintang, maka ijinkanlah aku untuk menjadi matahari", ucap Alisya "matahari?", bingung Erza "iya matahari, kalau kamu bintang maka aku akan menjadi matahari yang begitu bersinar, akan ku tutupi pancaran cahayamu agar tak ada satupun yang akan mencuri dirimu dari sisiku", jelas Alisnya dengan senyuman yang terus mengembang "norak lu", jawab Erza sambil berlalu pergi meninggalkan Alisya yang terlihat kebingungan. . . . Kisah ini tentang Alisya yang tengah berjuang menaklukkan hati dari murid pindahan bernama Erza. Erza seseorang yang muram dan enggan berinteraksi namun memiliki banyak fans karena parasnya yang tidak bisa di bilang murah. Mulai dari gombal hingga tingkah laku yang tak normal Alisya tunjukkan tuk sekedar mendapatkan perhatian dari sang pujaan hatinya. Akankah ia berhasil meraih bintang terang yang tinggi di langit serta diperebutkan oleh banyak orang? Atau mungkin ia kan jatuh dan tenggelam hingga inti bumi sehingga tak akan terlihat lagi?
All Rights Reserved
#45
danu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • MENJADI MILIK MENTARI (On going)
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Tentang Seseorang
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Arsyilazka
  • My star
  • My Paradise Friend [Completed]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines