[LXR1]Xavier

[LXR1]Xavier

  • WpView
    LECTURAS 6,664
  • WpVote
    Votos 426
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 9, 2022
Book One of Leuxor Series. Xavier Aldebaran Darmante. Bengis,Dingin,Tampan,BadBoy,Cerdas. Lima kata yang dapat mewakilkan segalanya dengan pandangan orang lain terhadapnya membuat semua terkesan benar adanya. Banyak guru mengatakan,Xavier adalah akar dari segala masalah yang berkaitan dengan perkelahian. Hidup tanpa dukungan kedua orang tuanya,melahirkan karakter keras yang sampai saat ini tumbuh pada dirinya. Tak ada yang bisa menebak apa yang akan dia lakukan pada waktu yang akan datang. Dia bengis. Ketika ada seseorang yang berani mengusik kehidupannya. Suka tidak suka,apapun konsekuensinya,jika orang itu menyelami kisah hidupnya,mengganggu ketenangannya,menatap matanya lebih dalam,dia akan membuat orang itu merasa tidak aman lagi untuk memijakkan kaki di bumi. Dia dingin. Dengan tatapan tajam yang menghunus tepat pada manik mata yang berani memandang dirinya. Alisnya yang tebal,memperkuat kata bahwa dia memang tidak bisa diusik. Seberapa penting orang itu dalam hidupnya tak dihiraukan ketika dia merasa diusik. Dia tampan. Dengan bibir sedikit tebal yang terlihat menggoda. Mata yang terlihat berwarna hitam,namun ketika diterpa sinar matahari,warna hazel yang menjadi warna asli matanya. Hidung mancungnya menambah kesan sempurnya,bersama dengan rambutnya yang berwarna hitam pekat. Dia BadBoy. Penguasa jalanan yang terkenal karena perangai buruknya di mata orang-orang. Diincar banyak guru dengan berbagai alasan beragam dibaliknya. Sebagian menganggap dia pembuat onar,sebagian menganggap murid yang bisa diandalkan dalam segala hal. Membuat Kepala Sekolah berpikir dua kali untuk memberikan Surat Drop Out kepadanya. Dia cerdas. Dengan piala yang sudah tak bisa dihitung jumlahnya. Dalam berbagai jenis lomba dia selalu dipilih. Dia lambang seorang pemimpin. Tapi,tak jarang sifatnya juga membuat para guru dongkol setengah mati karena dia. Dia,cowok dengan mata hazel yang selalu menyembunyikan semuanya pada sorot tajam dengan beribu makna dibalik nya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AL AL GANG [Complicated]
  • The Past
  • Dih-, (COMPLETED✔)
  • Effort 2 [ Completed ]
  • ARSYA 2✔
  • Veil Of Elysian
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Two Rebels, One Love
  • ME&YOU(ZESKAEL)

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido