Dream nor Real

Dream nor Real

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadConcluída sáb, jul 18, 2020
WpInfo
Não Ficção
Namaku Tierra, anak pertama dari dua bersaudara. Aku seseorang yang dapat membedakan mimpi dan kenyataan, tepatnya aku sadar jika saat itu aku sedang bermimpi. Kenyataan yang pahit, dunia mimpi yang indah, sudah pasti aku memilih mimpi, bukan?
Todos os Direitos Reservados
#389
ian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • in ROOM
  • Stars in a Jar
  • ARIANLLY. Middle Space's of Memory
  • ★BABY ZION★
  • GRIZLEN {On Going}
  • Glitch
  • Selenophile [END]
  • When First Love [ Completed ]

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo