Teruntuk, Tanpa Nama.
Nggak ada pertemanan yang benar-benar murni antara perempuan dan laki-laki. Jika bukan kamu yang memiliki perasaan kepadanya, mungkin dia yang diam-diam sedang memendam perasaan itu kepadamu.
Seseorang yang selalu ada saat kita butuhkan itu secara tidak langsung membuat kita merasa nyaman akan kehadirannya. Dan semesta selalu punya cara untuk kita belajar dari kehidupan yang ada, termasuk juga kisah persahabatan seorang anak perempuan yang baru saja mengenal apa itu cinta.
Siapa sangka sebuah pertemanan di masa Putih Abu-abu itu pun belangsung selama lebih dari delapan tahun lamanya.
Akankah pertemanan mereka akan berakhir indah di pelaminan?
Ataukah ini semua hanya akan menjadi angan?
Teruntuk semua yang diam-diam memendam perasaan kepada sahabatnya sendiri, ku tuliskan ini untuk kalian.
Selamat membaca, semoga kita semua diberikan hati yang lebih kuat untuk lebih lama lagi memendam, atau tekad yang kuat untuk menyatakan.