Bara & Berry [Sequel Gifara]

Bara & Berry [Sequel Gifara]

  • WpView
    LETTURE 375
  • WpVote
    Voti 104
  • WpPart
    Parti 22
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, giu 11, 2021
[SEQUEL DARI CERITA GIFARA, BISA DIBACA TERPISAH] "Bara suka ya sama Berry? Ayo ngaku," kata Berry sembari menggoda Bara. "Enggak!" jawab Bara dengan ketus. "Enggak salah lagi kan, Bara?" tanya Berry memastikan. "Enggak akan pernah!" jawab Bara yang mampu membuat Berry mengerucutkan bibirnya, sebal. --- -Bara Adijaya- Bara, berbeda dengan laki-laki lain. Kalau laki-laki di luaran sana menunjukkan perhatian sebagai bentuk kasih sayang. Tapi Bara punya caranya sendiri, ia akan menjadi Bara yang ketus, dingin, cuek dan datar, sebenarnya ia sangat peduli dengan sekitar. Apalagi, wajahnya yang super duper tampan itu, membuat Berry ingin segera menghalalkan Bara. -Raspberry Qanshana- Berry tak ada bedanya dengan wanita di luaran sana. Hanya saja sikap nya yang pecicilan mampu membuat orang di sekelilingnya mengusap dada. Namun siapa sangka, di balik sifatnya yang periang ada banyak luka yang Berry rasakan.
Tutti i diritti riservati
#108
penghianat
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Aku Suka Cherry
  • ||Perjodohan||✓
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • You Are My Destiny
  • BARA[TERBIT]
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Bahagia & Luka (END)
  • RAJAWALI

"Cher, lu yakin ini tasnya?" tanya seorang gadis dengan wajah was-was melihat sekitar nya. "Iya tenang aja, aku yakin banget ini tasnya," Gadis itu sangat yakin kalo tas ini milik orang itu. "Yaudah, cepetan masukin sebelum keburu masuk." Gadis itu pun dengan cepat memasukkan sesuatu ke dalam tas itu. "Udah beres," Ucapnya sambil meletakkan tas itu ke tempat nya semula, agar tidak dicurigai oleh sang empunya. Mereka pun cepat-cepat keluar dari kelas itu sebelum ketauan dan bersembunyi di balik tembok. Mereka sangat yakin kalau rencana mereka pasti berhasil. Dan tak lama setelah itu, mereka mendengar suara gaduh di koridor menandakan bahwa murid-murid dari kelas tersebut telah kembali dari lab. Hingga kemudian "SIAPA YANG MASUKIN KAOS KAKI BAU INI KE DALEM TAS GUE." Deg. Suara itu. Bukan milik orang yang mempunyai tas tadi. Melainkan suara orang lain. Mereka berdua pun saling memandang satu sama lain dengan wajah penuh keringat dan bersiap mengambil ancang-ancang untuk berlari dari balik tembok sebelum ketahuan. Tapi sayang, usaha mereka gagal karna orang yang ingin mereka kerjai malah melihat mereka. "Bar, gue tau siapa yang masukin." Sial. Mereka ketauan. Tamatlah sudah riwayat mereka berdua.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti