11 atau 12

11 atau 12

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2019
"Loh kok tasnya sama?!!". "EHH... Itu tas gua!!". "Woi! Itu tas nya ketuker!" "Eh? Maaf kak" "Lagian sih lu tas kok bisa samaan gitu". Ucap kak Rio sambil tertawa "Jodoh kali kak". Ini lah cerita antara Senja adya lestari dan Argi bagas ramadhan cerita yang berawal dari tas yang saling tertukar membawa mereka pada suatu kisah yang tidak bisa untuk mereka lupakan. Kisah yang mengajarkan mereka apa itu saling membahagiakan tanpa harus tersakiti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • Setenang Samudra
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • SESHILIA (Hiatus)
  • ReSe
  • ZALIA SENJA
  • AURORA [END]

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines