NAISILA  [TERBIT]

NAISILA [TERBIT]

  • WpView
    Reads 127,964
  • WpVote
    Votes 5,574
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Wed, Feb 10, 2021
Note: Cerita sudah END dan proses revisi Happy Reading♥ "Kita itu apa?" "Al Nanya sama Nai?" tanya Gadis itu begitu polos. "Terus sama siapa lagi? di sinikan cuma ada aku sama kamu," jawab laki-laki itu gemas. "Masa Al enggak tau! Kita itu manusia yang menghirup Oksigen dan mengeluarkan Karbondioksida," jawaban yang keluar dari mulut Naisila membuat laki-laki itu takjub. Ia kira gadis itu akan menjawab. 'Kita itu Teman' atau 'kitakan temenan' "Pinter banget sih pacarku," ujar laki-laki refleks. "Pacar?" "Iya, pacaran yuk?" °°°°°°°°°° Story pertama♥
All Rights Reserved
#520
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Raden
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • ABOUT US  (Completed)
  • DANGEREUX
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • SABDA [Moving]
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • ARESKA DAN ALENTA (End)
  • DAKSA [END]

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines