ADHIKARI

ADHIKARI

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
Mallerie Clara merasa hidupnya sudah di ambang batas. Dia hampir putus asa. Ia merasa dirinya tidak berguna karena orang yang dia cintai tidak pernah menganggap keberadaannya. Arka Danadyaksa pria yang hangat dan seringkali tersenyum berubah menjadi pria dingin berhati batu, ketus dan tidak perduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Apakah kata kita masih pantas untuk aku dan kamu sekarang? -Clara Gue bingung sama perasaan gue sendiri. -Arka Fyi, Adhikari adalah bahasa sanskerta yang artinya 'istimewa'. Seperti Arka yang selalu istimewa di mata Clara. Namun, apakah Arka juga beranggapan seperti itu? Mari kita lihat bagaimana hiruk-pikuk kehidupan Clara yang penuh dengan suka dan duka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Seperti Bapak (COMPLETED)
  • Rindu yang berjarak
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Ketulusan Cinta
  • Terjebak Cinta
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]

Bagi Lalang, Kafka Byru Prayogo bukan hanya sekedar cinta monyet baginya. Sikap Kafka yang dingin mengingatkan Lalang akan tokoh manga favoritnya. Dia, Masumi Hayaminya, dan cinta keduanya setelah Bapak. Kafka yang dingin, yang punya bola mata sekelam malam akan tetapi mempunyai senyum yang semanis madu hutan dan juga sehangat mentari pagi di musim semi. "Mas Kafka, bahkan setelah beberapa tahun terlewati, aku masih merasakan hal yang sama terhadapmu. Aku, yang akan selalu merindukanmu, menginginkanmu, dan selalu mencintaimu." Kafka, merasa lelah dengan hidupnya. Bagi dirinya, di dunia ini hanya ada dua warna saja, hitam dan putih sampai ia bertemu gadis itu. Lalang. Seperti filosofi dari namanya, ilalang akan terus tumbuh tak perduli hujan, panas atau badai sekalipun, ilalang akan selalu mengakar dengan kuat. Seperti itu juga Lalang, tak perduli sekeras apapun Kafka berusaha mendorongnya menjauh, menyakitinya dengan kata-kata kasarnya, Lalang akan tetap berdiri kokoh di tempatnya, dan akan selalu mengatakan bahwa dia adalah Masumi Hayaminya, yang dia bahkan sama sekali nggak tau itu siapa. "Lalang Hanan Poetri, jangan mencintaiku. Kau hanya akan terluka."

More details
WpActionLinkContent Guidelines