RUMIT [Hiatus]

RUMIT [Hiatus]

  • WpView
    Reads 2,196
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 2, 2021
"Capek nggak?" "Capek." "Capekan mana tiap hari disangka pacaran padahal nggak jadian?" =========================================== Tidak ada yang salah dari perasaan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan aku harus belajar untuk jadi gadis dewasa. Tidak ada yang salah dari cerita kita, tidak juga salah satu dari kita. Aku menganggap ini cinta yang sebenarnya, saat bisa membuat diri semakin dewasa dan tidak memaksa untuk memiliki yang bukan digariskan untuk kita. Cinta hanya soal menerima dan memberi, datang dan pergi, mengikat dan melepaskan. Memang hanya semudah itu, tapi kadang manusia membuatnya terlalu rumit. NB : Update slow-slow wae
All Rights Reserved
#14
şans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Stupid Love [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Stolen Before Fallen
  • Inginku (Bukan Hanya Jadi Temanmu)
  • SalFlo
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • 𝐥𝐨𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐨𝐝𝐲
  • Kita Sembuh Bareng?

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines