RUMIT [Hiatus]

RUMIT [Hiatus]

  • WpView
    Reads 2,196
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 2, 2021
"Capek nggak?" "Capek." "Capekan mana tiap hari disangka pacaran padahal nggak jadian?" =========================================== Tidak ada yang salah dari perasaan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan aku harus belajar untuk jadi gadis dewasa. Tidak ada yang salah dari cerita kita, tidak juga salah satu dari kita. Aku menganggap ini cinta yang sebenarnya, saat bisa membuat diri semakin dewasa dan tidak memaksa untuk memiliki yang bukan digariskan untuk kita. Cinta hanya soal menerima dan memberi, datang dan pergi, mengikat dan melepaskan. Memang hanya semudah itu, tapi kadang manusia membuatnya terlalu rumit. NB : Update slow-slow wae
All Rights Reserved
#78
hampa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Stolen Before Fallen
  • GAREN SINCERE LOVE
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • The Heiress Trap (END)
  • 𝐥𝐨𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐨𝐝𝐲
  • SalFlo

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines