RUMIT [Hiatus]

RUMIT [Hiatus]

  • WpView
    LECTURES 2,198
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Chapitres 27
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., déc. 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Capek nggak?" "Capek." "Capekan mana tiap hari disangka pacaran padahal nggak jadian?" =========================================== Tidak ada yang salah dari perasaan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan aku harus belajar untuk jadi gadis dewasa. Tidak ada yang salah dari cerita kita, tidak juga salah satu dari kita. Aku menganggap ini cinta yang sebenarnya, saat bisa membuat diri semakin dewasa dan tidak memaksa untuk memiliki yang bukan digariskan untuk kita. Cinta hanya soal menerima dan memberi, datang dan pergi, mengikat dan melepaskan. Memang hanya semudah itu, tapi kadang manusia membuatnya terlalu rumit. NB : Update slow-slow wae
Tous Droits Réservés
#154
gila
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Friend's Zone's
  • Missing Piece
  • Stolen Before Fallen
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • GAREN SINCERE LOVE
  • Inginku (Bukan Hanya Jadi Temanmu)
  • The Heiress Trap (END)
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu