MEYSHA [TAMAT]

MEYSHA [TAMAT]

  • WpView
    Reads 2,056
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 3, 2020
Tahap Revisi Masalah yang selalu datang, gue anggap sebagai bukti kalau kita emang ngak berjodoh. Tapi bagi dia itu semua dianggap sebagai ujian, bukti bahwa seberapa setia masing-masing dari kita. Apa kita bisa lalui semuanya? Warning!!! Mengandung kekerasan!!! 21+ Revisi setelah TAMAT Judul awal Moonlight : 12 Feb 2020 Tamat : 30 okt 2020
All Rights Reserved
#3
meysha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • ALVIVA (END)
  • Luka di balik harapan
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Circle Dictionary [Completed]
  • Syakila
  • "Singgah"
  • Jodoh Pilihan Mama (END)
  • Manakala Pemilik Cinta Ridha

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines