ALISHA (end)

ALISHA (end)

  • WpView
    Reads 2,543
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu datang dalam kehidupan ku, membuat hati ini menumbuh kan benih-benih cinta, tapi kenapa ketika aku sudah mencintaimu kau malah pergi? Kau membiarkan hati ini mati tuk sementara bahkan mungkin tuk selamanya. Tapi kenapa? Kenapa kini kau datang lagi? Kau membuat hati ini kembali hidup, kau membuat cinta ini bersemi. Dan bodohnya aku menerimamu lagi, aku melupakan bagaimana susahnya menahan rindu akan dirimu. Dengan bodohnya aku melupakan bagaimana susahnya menghidupkan hatiku yang telah lama mati. Aku bahagia, aku senang dan aku takut. Takut, apakah kamu yang aku kenal dulu adalah orang yang sama yang sedang berdiri di depanku. Ketika matamu yang selalu meneduhkan bagiku menatap kedua mataku, dan ketika bibirmu mengucapkan kata-kata yang seakan menyengatku. Kini aku sadar, bahwa posisi ku dihatimu kini sudah tergantikan oleh orang lain sehingga aku hanyalah kenangan yang tak akan lama lagi akan hilang dari memori otakmu. Tapi kenapa? Kenapa meskipun aku tau bahwa aku hanyalah sebatas kenangan tapi hatiku tidak pernah melupakanmu?. Ini menyakitkan, ketika orang yang kau cintai mencintai yang lain dan kau tidak bisa melupakan dirinya, padahal kau tau bahwa ia adalah orang yang menyakitimu, ia adalah alasan kamu menangis setiap malam. Kenapa? Kenapa? Kenapa aku begitu mencintai mu??.
All Rights Reserved
#515
kebahagiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Yang Tertinggal
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • YOU
  • You're Here, But Not For Me
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines