ADA CINTA DI MARCHING BAND

ADA CINTA DI MARCHING BAND

  • WpView
    Reads 1,806
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 6, 2020
"STOOPP" vierra mencegat Nathan dengan berdiri di depan nya Membuat Nathan mau tak mau mengerem motornya secara mendadak. "Lo apa-apaan sih.!kalo Lo ketabrak gimana?!" Ucapnya sedikit memekik. Vierra tidak memperdulikannya, dia malah mendekat ke Nathan "Kak, gue nebeng ya?" Pinta Vierra pada Nathan. Nathan membelalak. "Gak!" Tolak nya. "Ayo dong kak, kaya nya gue gak di jemput ini, Lo gak liat kalo nih sekolah udah mulai sepi, kalo tiba-tiba gue di culik gimana? Hayoloh...gue ini tanggung jawab kakak , kalo gue hilang kakak yang di salahkan!" Cerocos Vierra Nathan tertegun "Yaudah! Naik" kata Nathan yang membuat senyum manis di bibir Vierra. Akhirnya.. "Makasihh kak..." Ucap Vierra senang.
All Rights Reserved
#44
riana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • Because I'm Stupid (End)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • U'RE MINE [END]
  • savira
  • AFIKA [ END✔ ]
  • I LOVE SEBLAK
  • AKSATA (SELESAI)
  • Janji Sepasang Bintang (SELESAI)
  • Elvina [COMPLETED]

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines