Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Titip rindu

Titip rindu

  • WpView
    LECTURES 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., févr. 13, 2020
WpInfo
Poésie
disni aku menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk bertemu bertahun lamanya aku memendam rasa ini rasa tersiksa karena rindu ibu,,, aku kembali maaf lama membuatmu menunggu maaf membuatmu khawatir ibu,,,, aku kembali maaf kembaliku membawa duka maaf kembaliku tanpa kabar gembira ibu,,, jujur aku juga tidak mau jujur aku juga tidak ingin seperti ini tapi takdir tidak memihak padaku hingga harus membuatmu bersedih ibu,,, apa yang harus aku lakukan? agar semua ini terlihat baik2 saja aku tau kau terlihat tegar agar aku bertahan tapi hatimu pasti sangat hancur ibu,,,, kebahagiaan itu telah hilang tolong katakan apa yang harus aku lakukan ibu? tatanan masa depan itu telah berbalik arah tolong katakan apa yang harus aku lakukan ibu? ibu,,, bisa kah kau berbagi hati dengan ku? aku ingin memiliki setengah dari ketegaran hatimu bisa kah aku meminta kekuatan dalam dirimu? aku ingin menjadi wanita kuat seperti mu ibu,,,, ibu,,,, ibu,,, maaf sudah mengecewakan mu dengan keadaanku aku juga tidak ingin tapi Tuhan telah memberi ijin sehingga aku harus menerima semua ini menjadi anak yang bertarung melawan penyakit.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • Pregnancy Birth Stories
  • ALEYA~~
  • Maaf' (Revisi)
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • 𝙲e𝚛𝚙𝚎𝚗 {Ship Countyhumans}
  • senja di matamu

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu