Raya&Athar (Selesai)

Raya&Athar (Selesai)

  • WpView
    Reads 2,572
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Parts 72
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 30, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini di tulis menggunakan hp kentang jadi maafkan kalo berantakan. :)) [END] Proses revisi _________________ Ini bukan tentang kisah broken home yang di picu oleh kdrt atau kerusakan ekonomi. Cerita yang seakan di kendalikan oleh ayahnya ketika terjebak lagi ke dalam masa lalu yang kelam. Ayah Raya tidak pernah berbuat kasar, namun beliau adalah manusia paling manipulatif yang pernah ia kenal. Athar manusia yang tidak terlalu tegas. Namun, banyak yang harus ia pertanggung jawabkan, ketika bertemu gadis itu. Termasuk hubungan perihal ayah Raya. ⚠ Mengandung kata kata kasar. #2 insting [25-12-20] #1 Togheternes [16-02-21]
All Rights Reserved
#2
blonde
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • LIAR [TAMAT]
  • DEVIAN [END]
  • BARA POSSESSIVUM
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Raya
  • Story Stela

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines