It's Okay Not To Be Okay

It's Okay Not To Be Okay

  • WpView
    MGA BUMASA 300
  • WpVote
    Mga Boto 22
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Nov 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Semakin hari, rasanya semakin ada yang berkurang. Semakin hari, rasanya semakin nggak utuh. Semakin hari, rasanya semakin sendiri. "Gue gak tau apa yang lo rasain. Tapi, apapun itu, gak ada salahnya istirahat sejenak. Gak ada salahnya untuk gak baik-baik aja." -Ruangsedu
All Rights Reserved
#462
loveyourself
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Archetypal [Terbit]
  • Please choose me
  • Paradise
  • Unplanned
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALSENA
  • Hope [END]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Breathe

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman