Lifeline - Septian Pramudya

Lifeline - Septian Pramudya

  • WpView
    Reads 602,694
  • WpVote
    Votes 37,748
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 31, 2022
Dengan gerakan pelan, Deelara berusaha menyingkirkan tangan berotot itu dari perutnya. Lalu bergerak mengumpulkan pakaian dan dalamannya yang berserakan di lantai sambil menahan perih di bagian intinya. Setelah mengenakan semua pakaiannya, Deelara berjalan cepat keluar dari kamar hotel yang menjadi saksi percintaannya bersama laki-laki asing yang---'Gue Tian. Anggap ini sebagai salam perkenalan kita.' "Ya Tuhan! Demi apa gue di parawanin sama laki-laki itu?" Deelara mengacak rambutnya frustasi begitu tiba di dalam lift yang kosong, matanya meneliti penampilannya yang terlihat berantakan dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leher jenjangnya. Shit! Lagi-lagi, Deelara mengutuk dirinya sendiri. Sambil mengatur rambutnya untuk menutupi sisa-sisa percintaannya bersama Tian---Deelara buru-buru menggeleng kuat saat ingatan tentang bagaimana dia melewati malam panas bersama pengacara bertato itu terlintas begitu saja. Seluruh tubuhnya tiba-tiba panas dingin meski ingatannya masih samar-samar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVARO.ADJ
  • Under The Oath (END)
  • MY BOY MY KISS [REVISI]
  • ARDOLPH
  • DEVAN & ADARA
  • "Siblings" with Benefits
  • Cranky Romance
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • Always (And Only) [TAMAT]

Alvaro Adijaya, adalah seorang pengacara, yang berusia 28 tahun, namun ia masih belum memikirkan untuk menikah. Itu sebabnya, ia diam-diam menyukai seorang gadis, namun sikapnya pada gadis tersebut tidak menunjukan sama sekali bahwa ia menyukai dirinya. Mereka adalah takdir yang tak diketahui, namun di garis kan untuk bersama. "Buatkan saya kopi terlebih dahulu, dan ingat! Tanpa gula." Titahnya tanpa beban "seriously ?, Yang bener aja pak, saya kuliah tinggi-tinggi kalo akhirnya jadi tukang kopi yang bener aja." Dara memang anak yang sangat emosional. "Baiklah kalo tidak mau, tidak masalah. Silahkan keluar dari ruangan saya."usirnya dengan senyum miring. Kemudian pada suatu hari, keadaan dan situasi memaksa keduanya untuk menikah, lalu bagaimana? Apakah Meraka akan melakukan nya? Atau sebaliknya? Catatan; disini enggak cuma fokus sama tokoh utama, karena kita bakalan myeritain sahabat-sahabatnya juga. See you all, Heppy reading 💕💕🌼🌼

More details
WpActionLinkContent Guidelines