Hold On Pain Ends

Hold On Pain Ends

  • WpView
    Reads 592
  • WpVote
    Votes 208
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Dear Kevin Hai vin, mungkin saat loe baca surat ini gue udah engga ada di samping loe lagi atau mungkin loe masih kesel akan keputusan yang gue ambil saat ini. Gue tulis surat ini sehari sebelum gue pergi untuk tinggalin loe beberapa tahun kedepan. Mungkin pertemuan kita itu sangat singkat ya vin ? Selama ini gue baru sadar , kalau gue punya temen sekolah yang tengil, Jail dan yang pastinya selalu bikin emosi gue naik. Tapi gue beruntung bisa kenal loe vin, sehingga dapat merubah sifat loe menjadi pribadi yang lebih baik. Oh yaa gue juga mau bilang makasih sama loe karna udah isi kehidupan pertemanan singkat kita jadi indah dan memiliki kenangan yang engga akan pernah gue lupain. Love Sheina ashira ( cewe resenya kelvin)
All Rights Reserved
#75
hope
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • AGGA
  • Resonansi
  • Senja dan Angkasa
  • The Sky Before Secrets
  • Hurt Love
  • Pelangi Yang Pernah Ada
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔
  • MARSHA (END)
  • Over and over again, you(END)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines