Princess Dian Story

Princess Dian Story

  • WpView
    LECTURES 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., nov. 11, 2019
Ditelantarkan orang tua, kehilangan rumah tempatnya berteduh di segala cuaca, kehilangan ibu pengganti yang sangat disayangi, berpisah dengan anggota keluarga lain, sendiri menghadapi keganasan dunia. Kebaikan apa yang diterima Dian dari semua pernyataan itu? Saat ia baru bergelayut manja kepada orang baru yang ia anggap sebagai ayah, kenyataan buruk kembali menjatuhkan dirinya. Dimanakah para penegak keadilan berada? Adiknya yang dituduh sebagai dalang dari kebakaran tidak mendapatkan pembelaan yang layak. Kasus mutilasi ayahnya ditutup tanpa kejelasan. Sementara para pelaku sebenarnya tertawa lepas mengejek keadilan yang begitu bodoh. Dimana keadilan untuk Dian?
Tous Droits Réservés
#749
muslimah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Juan [REVISI]
  • DIKALA SALING
  • Eliinaa
  • Episode Dayan
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
  • When A Son Lives without Father
  • Zahra's Life
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu