Meet Me Anymore [end]

Meet Me Anymore [end]

  • WpView
    Reads 400,432
  • WpVote
    Votes 11,383
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
Menjadi model adalah pekerjaan tersantai bagi seorang Sheva Agnesia. Gadis itu benar-benar menikmati perkerjaan yang sudah ia anggap sebagai hobinya sendiri. Seolah-olah Sheva dibayar untuk bersenang-senang. Sangat menyenangkan bukan? Tapi bagaimana jika Sheva harus menjalani peran modelnya sementara fotografer yang akan bekerja dengannya adalah mantan terindah Sheva semasa SMA, Jevan Joana. Pria yang sempat memporak-porandakan hati Sheva dan mengacaukan semua akal sehat Sheva. "Ganti, gue gamau sama fotografer yang itu." Sheva duduk di kursi rias sembari mengipasi wajahnya yang memanas. "Gabisa mbak, mbak Sheva kan udah tanda tangan kontrak selama setahun." Kata Asistennya yang berdiri di belakang Sheva. "Batalin!" "Tapi nanti kena pinalti sepuluh kali lipat, mbak." Sheva berdiri. Menahan nafas sembari menatap wajahnya yang masih memerah melalui pantulan kaca rias. "Gue--" "Apa salahnya sih kerja bareng mantan?" Celetuk Jevan yang tiba-tiba masuk ruang ganti dengan santainya. Cowok itu berubah total! Berkali-kali lipat lebih tampan sedari terakhir kali Sheva menemuinya. Apalagi dengan rambut blonde nya membuat ketampanannya semakin bertambah, melebihi dosa Sheva selama ini. GAK! GAK BISAAA! SHEVA BISA GILAAAAA!!!!! $$$$$❤$$$$$ coming soon guysssssss
All Rights Reserved
#732
2024
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • GENTALA (COMPLETE)
  • Eramnesia
  • DAKSA [END]
  • What If [SUDAH TERBIT]
  • ALEAGAS [END]
  • O.V.E.R.D.O.S.E ( BTS X EXO ) - Tamat -

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines