Let's GET MARRIED, Boss!

Let's GET MARRIED, Boss!

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
Judul awal: GET MARRIED! Di usianya yang masih menginjak 26 tahun, Adihya Ameera terus saja mendapatkan teror dari ibunya kapan dirinya membawa calon mantu ke rumah. Akibat terlalu frustasi dengan teror Sang Bundo Ratu Kanjeng Mami, Meera dengan kefrustasiannya secara asal mengungkapkan kebingungannya kepada Arsen, Bos tempatnya bekerja. "Pak, mau gak jadi pacar saya?" "Apa kamu sudah terjangkit virus tidak waras?!" "Kalau nikah sama saya Bapak mau, ya?" "Benar-benar sudah tidak waras kamu. Silahkan tutup pintu dari luar, SEKARANG!" ... © 2020 | Amani Dalimunthe Ig: @putriwamandaa @amani.series
All Rights Reserved
#4
fiksipopuler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One More Taste
  • Beyond The Edge
  • Next Chapter
  • Marriage For Sale (End)
  • AMNESIAL (END)
  •  SERENADE CINTA
  • KIASA [SUDAH DITERBITKAN]
  • MARRIAGEPHOBIA  (DICTATOR BOSS 1st VERSION)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • POINT OF VIEW [End]

Seperti namaku, faktanya aku adalah anak dari wanita kedua dalam hidup Ayah. Walau ibuku tetaplah satu-satunya istrinya sampai ia meregang nyawa. Tapi cinta Ayah tak pernah ada untuk ibu dan untukku, kemudian aku muak menjadi anaknya. ==Abimanyu Putra Respati== Mendiang ibuku memberi nama unik padaku. Berharap kelak aku akan berguna layaknya arti dari nama yang ia beri. Tetapi Ayah tak berpikir demikian. Ayah menginginkan anak laki-laki, ia bahkan berharap hal itu sebelum ia dan ibu menikah. Namun aku terlahir sebagai perempuan, dan itu merupakan salahku. ==Ariza Sativa== To be a parent. Bagaimana mereka bisa melakukannya, jika yang terkenang akan sosok orang tua hanyalah kebencian semata. Tapi Abi dan Riza membuktikannya, mereka bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari yang bisa orang-orang bayangkan. Setelah terusir dan terluntah bersama, takdir seakan menertawakan keduanya. Bahwa Tuhan, masih senang memberi ujian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines