Come Back

Come Back

  • WpView
    LECTURES 1,374
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mai 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
(Haruskah aku kembali pada cinta yang sama? Atau pergi begitu saja bersama cinta yang lain? Cinta yang membuat ku takut untuk merajutnya kembali walau hatiku telah terobati) ........... "Gugurkan anak yang ada di dalam kandunganmu itu dan bilang pada publik bahwa kau tidak hamil dan katakan bahwa anak itu bukanlah anakku, akan ku beri apapun yang kau minta bahkan semua aset rumah yang kumiliki." Nam Ji tidak bisa menjaga emosinya, dia menampar keras wajah pria itu, "Kau kira aku serendah itu, kau sudah menghancurkan diriku, martabat ku, dan sekarang kau mau aku menghapus dan menyembunyikan kesalahanmu begitu saja? Kekayaan bukan segalanya bagiku aku tidak tamak sepertimu dan aku bukanlah barang yang bisa kau beli lalu kau buang begitu saja."
Tous Droits Réservés
#114
koreanstory
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hurt To Love You
  • Pregnant with Rebel Prince (SELESAI)
  • Where's Home
  • Bukan ZONK!
  • MEMORY DALAM HUJAN
  • The Prince's Curse
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
  • "So She Would Live" (The End)✓✓

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu