Sebatas Rindu

Sebatas Rindu

  • WpView
    Reads 406
  • WpVote
    Votes 193
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2020
Ber kolaborasi dengan CindySetio8 __ Cerita ini terlalu banyak memiliki teka teki yang mungkin akan membuat rambut kalian seperti landak. Cerita ini akan membawa kalian berpetualang dimasa lalu yang menyedihkan. Jarak telah mengikis segala nya, begitu juga cinta mereka yang telah menghancurkan segalanya. Hanya sebuah cerita yang diambil dari kehidupan dua penulis yang baru berkalir, tidak terlalu banyak adegan mesra, lelucon dan serius, disini hanya ada kesedihan. Rindu mengajarkan kita untuk selalu bersabar menunggu sesuatu yang terbaik untuk datang. ___________ Heummm.. Heummm.. Selamat membaca cerita nya.. Jangan lupa Follow akun penulis. Love..
All Rights Reserved
#400
arjuna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Behind Bullying [END]
  • BARA POSSESSIVUM
  • CLOSER
  • Jejak Waktu [Complete]
  • ARDHANI [ On-going ]
  • KIARILHAM【END】
  • Terima kasih Ravindra
  • Savero Archandra || Haechan || END

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines