Taste
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
Angin malam menghempas diri Menjelma menjadi duri Menusuk tanpa permisi Sembari berbisik, kau bukanlah bahaduri Aku masih berdiri tegak Meski hati teremuk tanpa jejak Aku masih berjalan Meski kaki tanpa telapak Jika hati bisa berteriak Mungkin dia sudah lepas Hilang tanpa tahu batas Sayangnya hati tak pernah tahu lintas 🍃🍃🍃🍃 Semestinya aku tahu kapan harus berhenti. Tidak lagi mengejarmu yang semakin bias. Menunggu semu menjadi bayangan. 🍃🍃🍃🍃 Aku menuangkan perasaanku sendiri ke dalam semua tulisan ini. Bagaimana luka dan cinta saling bersahutan satu sama lain.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • ALONE
  • Disturbances (End)
  • Wounds in Marriage
  • Luka & Lara (Completed)
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • REZANGGA
  • HAPPY STORY [SUDAH TERBIT]

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines