Story cover for Gantari by Famarani
Gantari
  • WpView
    Odsłon 1,176
  • WpVote
    Głosy 72
  • WpPart
    Części 28
  • WpView
    Odsłon 1,176
  • WpVote
    Głosy 72
  • WpPart
    Części 28
W trakcie, Pierwotnie opublikowano lis 07, 2019
Pada hujan pertama Bulan Juni 1963, Tuhan mengantarkan skema paripurna-Nya kepada seorang gadis tunanetra dan paralisis yang acap berniaga surat kabar.

Taraka, dokter muda hitam manis penuh jenaka yang berusaha menaklukan hatinya yang entah ia sungguh-sungguh atau hanya bercanda dengan seluruh gerak laku yang menyertai.

Tring ... Tring ....

Dering smartphone itu membuat Hengkara terpaksa menutup buku tebal yang sedang ia baca di bawah sinaran lampu temaram di bilik kamarnya.

Tunggu! 

Apa yang membuat pemuda milenial yang minim berliterasi ini bersedia membaca kisah romansa jadul itu? 

Dan mengapa ia malah merasa dejavu?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Gantari do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 10
Hujan dan Sebuket Dandelion cover
aleta : ini duniaku? cover
Di Antara Keheningan  cover
H E A R T L E S S cover
In Our Season (END) cover
Miracle of Wonder Rain [END] cover
H E A R T L E S S    2 cover
Every Love Story is Beautiful (Completed) cover
THE HIGH SCHOOL SWEET HEART 🔞 cover
Obsession Love(Meenping) cover

Hujan dan Sebuket Dandelion

6 części W trakcie

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"