Sepi, sunyi, sendiri

Sepi, sunyi, sendiri

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 19, 2021
Hidup ini terlalu sulit untuk ditebak termasuk orang-orang didalamnya karena semesta selalu memberikan hal-hal yang tidak terduga pada hidupku. Bagaimana caraku untuk menyikapinya adalah kunci bagaimana aku bisa melangkah ke depan, tersenyum manis menyinari bumi persis seperti matahari yang kadang kehadirannya dibenci oleh orang lain namun sebetulnya ia memberikan manfaat. Tak masalah bila diterpa angin, ditampar beribu kali oleh cacian, juga aku yang hanya sendiri dalam sengsara. Berdoa memang kunci utama untuk terus berjalan walau sebenarnya aku juga tak tau arah, semoga selalu kuat untuk menjadi orang baik, juga kuat menghadapi hati yang seringkali menangis. Aku, selalu pandai mendengarkan namun tak pandai bercerita. Sepi, sunyi, sendiri, itulah kehidupanku, yang tak ingin sendiri namun juga tak ingin bila ditemani.
All Rights Reserved
#32
paradise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Nayara [ TERBIT ]
  • UNREQUITED LOVE
  • Let Me Love You Longer
  • Rasa Tanpa Kata
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Memories in Moon
  • DENTING  [Revisi]
  • You're Here, But Not For Me
  • Mencintaimu Diam Diam [ON MY OWN]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines