Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, nov 7, 2019
Apakah boleh berteman dengan masalalu?kataku sore itu dengan sedikit senyum manis di lesung pipi.Ada sedikit tidak enak dengan perasaanku mengenai beberapa hal.Yaitu,ada seseorang yang ingin membuatku kembali menyapa,tersenyum dan berbahagia.Bodoh nya dulu meninggalkan dia dan menjadikan nya masalalu.Inginku berteriak maaf aku merindukanmu.Tapi,semuanya terlihat sangat mustahil.Karena sekarang dia bukan miliku.Ku harap tuhan suatu saat nanti ijinkan aku bertegur sapa dengan nya tanpa ada ragu yang tersimpan di dalamnya. Untuk dia kata ini ku rangkum dan ku rangkul menjadi satu.Untuk aku perlihatkan betapa indahnya dirimu bagiku.Kulit putih,hidung mancung dan senyum manis di pipimu tampak indah dan amat nyata di pikiranku.Dulu senyumu membangkitkan hidupku.Sekarang bayangmu hanya menjadi penglihatan tak kasat mata di benaku bodohnya dulu meninggalkan luka yang amat dalam untukmu.Beberapa orang yang datang dan pergi masih tidak bisa menggantikanmu. Aku rasa kamu kecewa dengan sikapku dulu.Sampai saat kita bertemu kau sangat acuh seolah tidak peduli lagi.Aku menyesal meninggalkanmu waktu itu aku fikir kita tidak akan seperti ini sekarang.Sampai saat ini ,aku masih menyesal atas kepergianmu. Aku harap bila ada kehidupan yang baru kamu yang akan menjadi takdirku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Stranger | Orine
  • Love In Silence
  • Till I Meet You
  • The Story Of Aghea
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • I Promise You But Not
  • About me (aku bocah alay)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

Saat dua orang pernah begitu dekat, berbagi tawa dan juga cerita, tetapi seiring berjalannya waktu, jarak menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa disadari, hubungan itu perlahan terkikis oleh kehidupan yang terus berjalan. Keheningan yang canggung saat berpapasan, atau bahkan upaya menghindari satu sama lain, hanyalah konsekuensi alami dari sebuah kedekatan yang tak lagi memiliki tempat. "Berharap ada persimpangan yang kembali mempertemukan kita, bukan suatu yang salah kan?"-Erine. Pada akhirnya, hanya sebuah harapan yang tersisa, berharap pada takdir yang pernah menjauh kan untuk kembali mendekatkan. "Aku berhenti, disaat kamu masih berjalan di arah yang sama" -Oline.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido