Story cover for Rapuh? by syivaafriani_30
Rapuh?
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Nov 08, 2019
Rapuhnya jiwa,fisik,raga semua bercampur aduk.Kukira hidup tidak serumit ini,ternyata lebih parah dari dugaan ku.Suka dengan lawan jenis itu lebih melelahkan dibanding belajar matematika,memecahkan rumus-rumus cinta itu sulit.

"Kamu membuat aku cinta sama kamu"chacha

"Iya aku tau"-marsel

'kamu membuat ku jatuh cinta,kamu yang membuat aku terjatuh kedalam cintamu,matamu melemahkan setiap ragaku.Betapa ampuh nya mata mu itu yang membuat ku selalu jatuh cinta jatuh dan jatuh lagi,kau memberiku semangat hidup,terkadang kau juga memberiku kekecewaan yang terdalam di hatiku.'
-Natasya


Haii gysss ini karya pertama ku ya maklumin aja,jngan lupa di vote,gratis ko tenang aja,love you all.

Uploud secepatnya
All Rights Reserved
Sign up to add Rapuh? to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Cinta dan Takdir Rania [End] cover
AFTER cover
Mencintaimu Dalam Diam     (On Going) cover
Natasya & Diego [End] cover
You're Mine cover
cinta untuk sang nona  cover
YEON ^26^ cover
Shadow That Fades cover
Vira Ayunda[On Going]Revisi✓ cover
MENYAPA  MELALUI DOA cover

Cinta dan Takdir Rania [End]

56 parts Complete

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?