RING
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 8, 2019
Sekian lama, tidak seorang pun dari warga Eavenocea akan membawa setiap kesibukannya pada ketinggian lebih rendah dari tujuh ribu kaki -dari permukaan laut. Tapi karena masa bodoh atau menganggap cincin juferan yang Atherim buang ke bumi lebih berarti daripada larangan itu, Vennel berpacu melesat turun tidak membiarkan cincin itu menghilang dari pencariannya yang berisiko. Vennel yakin visor yang dia pakai tidak menunjukkan indikasi keberadaan yang salah. Masalahnya, seorang perempuan dari bangsa manusia hampir mempersulit urusan singkatnya, soal cincin itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puncak yang tak terjangkau
  • [END] Mengapa Tidak Pergi ke Langit
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • LOVE for TIME
  • Light In The Sky Of Varda
  • Elara: The Journey Of A Thousand Years
  • NOBLE RUDE
  • Kaelan : The Journey to Revenge

Di kaki gunung yang tinggi, seorang pendaki muda bernama Firman memulai perjalanan yang tidak hanya menguji kekuatan tubuhnya, tetapi juga mengungkap kedalaman hati yang tersembunyi. Firman, yang terluka oleh masa lalu, mencari makna dalam perjalanan mendaki, berharap bahwa di puncak gunung, ia akan menemukan kedamaian yang telah lama hilang. Namun, setiap langkahnya di tanah yang keras membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Setiap kabut yang menyelimuti gunung bukanlah sekadar cuaca buruk, melainkan bayang-bayang kenangan yang tak bisa ia lupakan. Dalam pertemuan dengan Arman, seorang pendaki berpengalaman, dan Sarah, teman yang membawa cerita kehilangan, Firman mulai memahami bahwa pendakian sejati bukan tentang mencapai puncak yang terlihat, tetapi tentang berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu yang tak kunjung reda. Di tengah badai, kesepian, dan keletihan, Firman menemukan bahwa perjalanan ini lebih dari sekadar fisik; ini adalah perjalanan jiwa yang tak pernah berakhir. Ketika akhirnya ia tiba di puncak, ia menyadari bahwa jawaban yang ia cari tak pernah berada di sana. Puncak itu, seperti hidup, adalah perjalanan tanpa akhir-dan setiap langkah yang diambil, meski penuh keraguan, membawa kita lebih dekat pada kedamaian yang sejati. "Puncak yang Tak Terjangkau" adalah kisah tentang pencarian, kehilangan, dan pelajaran hidup yang ditemukan di tempat yang tak terduga. Sebuah perjalanan mendalam yang mengingatkan kita bahwa tidak semua yang dicari dapat ditemukan, tapi setiap langkah yang diambil akan selalu meninggalkan jejak yang mengubah kita selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines