Busyro Lana✓

Busyro Lana✓

  • WpView
    Membaca 297
  • WpVote
    Vote 37
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadLengkap Jum, Mei 1, 2020
[Busyro Lana] Tidak sekadar judul saja. Ini mempunyai makna. Dimana arti kata itu adalah Kebahagiaan milik kita. Ya! Kebahagiaan milik kita. Kita berhak bahagia. Dan kita harus bahagia. Dalam hal apapun itu. Tidak peduli kamu dilahirkan oleh siapa. Dibesarkan dari keluarga yang seperti apa. Di setiap alur kehidupan yang terkadang ada badai yang memporak-porandakan; akan selalu ada bahagia yang menyertai. Tugas kita hanya perlu menjalani, menikmati, mensyukuri. Percayalah! Ketetapan-Nya adalah yang terbaik. *** Ini hanya kumpulan cerita pendek yang mungkin baca dalam sekali duduk langsung selesai. Karena memang kebahagiaan itu sementara; sekejap; dan... fana. Sengaja ku tuliskan ini untuk kita; manusia yang mengharapkan warna-warni kebahagiaan. Jadi, apa arti bahagia menurut versimu? Note : Bahagia itu sederhana. That's true!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#66
ceritawattpad
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Kisah yang Tertunda
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Raina Maramitha
  • Kumpulan Cerpen
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • MY LOVE STORY
  • SMARA DIKTA

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan