Pent-up Feelings

Pent-up Feelings

  • WpView
    Reads 264
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 26, 2020
Mengapa perasaanku kini berbeda dari yang sebelumnya, aku tidak pernah merasakan perasaan ini. Apa aku sekarang sedang lagi jatuh cinta?. Aku ingin memberitahumu tentang perasaanku sekarang tapi setelah aku berfikir kembali sebaiknya jangan, aku takut kau menghindariku. Tapi sudahlah jika kau memang di takdirkan untukku maka kita akan bertemu lagi di lain waktu. Tapi jika kau tidak ditakdirkan untukku Tuhan memiliki cara lain untuk menjauhkan kita. - Kimberly Vallerie
All Rights Reserved
#259
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Rindu yang berjarak
  • My favorite person
  • JEVINO
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Mungkin? (Tamat)
  • DikaRanggi
  • Bintang Embun Dalam Kenangan
  • Cinta dan Takdir Rania [End]

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines