I'm Not Alice

I'm Not Alice

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 13, 2019
Pernahkah kamu merasa bahwa kamu teramat membenci dirimu sendiri tanpa sebab yang jelas? Kamu hanya benci terlahir sebagai dirimu yang sekarang ini. Kamu benci bahwa kamu adalah dirimu saat ini. Benci, benci, benci. Hingga akhirnya, perlahan tapi pasti, kamu mulai melupakan segala bentuk kebahagiaan yang pernah kamu rasakan sebagai dirimu selama ini. Kamu terlalu fokus pada kebencian itu hingga kamu melupakan hal-hal krusial dalam hidupmu yang sudah ada di ujung tebing, siap jatuh ke dalam jurang keputusasaan. Hai, selamat datang di dunia dongengku. Aku ingin mengajakmu untuk jatuh ke dalam lubang kelinci, menjelajah masa-masa di mana aku membenci diriku sendiri. Lalu, setelah kamu kembali dari Wonderland, mungkin saja kebencianmu sudah berkurang sedikit. ©Auliya ; November 2019 Story and cover design @stardustimnida
All Rights Reserved
#6
aliceinwonderland
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Alter ✔
  • Aku Terlahir Kembali (End)
  • 12 PM [TAMAT]
  • Become Straight World (Hiatus!)
  • Moonlight [ REVISI ]
  • Free Lady : Alternis Time
  • A Change🎀 [COMPLETED]✔
  • SELF LOVE
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines