Last Summer

Last Summer

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2020
Hari dan bulan yang sama engkau meminta ku sebagai pasangan hidupmu. Namun terasa berbeda ketika cincin kedua yang engkau berikan. Tak akan pernah terlupakan bagaimana cara mu untuk memiliki ku. Musim panas terakhir. Kau memilih bulan yang tepat untuk mengacaukan suasana hatiku. Terdiam tanpa suara. Terasa rapuh untuk menatap wajah mu. Ketika perasaan yang tidak bisa aku ungkapkan. Ketika air mata mulai terjatuh tanpa bisa membuatnya kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Suck It and See (Complete)
  • Memories in Moon
  • W'S
  • Cafuné [✓]
  • Love And Hurts (SELESAI)
  • Q U A L M
  • finally mate also
  • May I Love You?
  • CHAIRMATE [DRAMIONE]

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines