Isytaq

Isytaq

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 8, 2019
Dalam semesta ini semuanya di ciptakan berpasangan, ada merah ada putih, bertemu akan berpisah, pergi akan kembali ,adakalanya di jajah ada kalanya merdeka, yang ada kan tiada, begitu juga kita yang hidup , akan ada suatu masa dimana kita akan meninggalkan dunia ini, meninggalkan orang orang yang kita cintai ,meninggalkan semua yang kita miliki ,meninggalkan semesta indonesia ini . kematian memang tidak mengenal waktu dan tempat bahkan kondisi ,kita semua tidak tahu kapan dan dimana kita akan meninggal ,sama halnya kita yang tidak bisa memilih oleh siapa kita akan dilahirkan. kita yang ditinggalkan terkadang menuntut kepada sang kuasa ,kenapa dia pergi terlebih dahulu, kenapa dia pergi begitu cepatnya, kita selalu menuntut dan menghakimi, Namun dengan berlalunya waktu kita akan bisa mengikhlaskan, ya begitulah jagat raya. oleh karena kematian yang tidak kenal waktu, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan sekecil apapun itu setiap harinya, tidak usah kebaikan yang besar cukup kecil dan sederhana itu sudah cukup ,boleh jadi bukan solat solat panjangmu yang bermanfaat kelak namun bisa saja satu diantara kebaikan kecil yang kamu lakukan setiap harinya." "Bukankah seorang pelacur kelas atas diampuni dan dimasukkan surga hanya karena dia menolong seorang anjing yang sedang kehausan? "dosa pelacur itu diampuni dan meninggalkan semesta dalam keadaan tenang, semoga kita termasuk orang orang yang khusnul khotimah amiin, maka selamat hari ini dan jangan lupa untuk melakukan kebaikan kecil, iringi setiap langkah kita dengan satu kebaikan kecil setiap harinya.Dan semoga kita bisa menerima dan mengikhlaskan orang terkasih yang pergi meninggalkan kita dan semesta, walaupun dalam hati diam diam masih tersimpan rindu yang sama,dan bahkan bertambah setiap harinya. "hari ini, jangan lupa iringi langkah dengan satu kebaikan kecil, tertanda aku"😇
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • QODARULLAH
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Senja Termendung
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Rintik Terakhir

Semua manusia tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya. Tidak ada manusia yang selalu bahagia tanpa rasa sedih yang menghampiri. Pun sebaliknya, tidak akan ada manusia yang berlarut-larut dalam kesedihan tanpa sedikit bahagia yang akan jadi pengobatnya. Kita semua adalah manusia biasa yang kapan saja akan berpulang kepada-Nya jika sudah waktunya. Tidak peduli apa yang tengah dilakukan. Jika masa itu tiba, tidak ada siapapun yang bisa mencegahnya. Kita tidak bisa menawar untuk hidup lebih lama, pun kita tidak bisa meminta untuk dipercepat bertemu dengan-Nya. Semua sudah diukur dengan porsinya masing-masing. Rejeki, jodoh, maut, semua kisah hidup sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Kita manusia biasa. Kita hanya bisa berencana. Sedangkan hasilnya, itu sudah menjadi takdir Yang Maha Kuasa. Selamat membaca. Ini cerita pertama yang saya tulis. saya harap pembaca bisa menikmati tulisan saya. Ambil hikmah positifnya. jangan sungkan untuk memberikan kritik agar kedepannya penulis bisa menjadi lebih baik. Salam hangat, Penulis Catatan: Seluruh foto dari cover hingga foto yang ada di cerita, semuanya penulis ambil dari beberapa website yang ada di google. Jadi, gambar bukan milik penulis ya. Karena penulis tidak mempunyai keahlian dalam bidang gambar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines