S E M E S T A  [SUDAH TERBIT]

S E M E S T A [SUDAH TERBIT]

  • WpView
    Reads 8,643
  • WpVote
    Votes 915
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
WpInfo
Fanfic
TOMORROW X TOGETHER (TXT)
S E M E S T A [COMPLETED] Novel ini bisa dipesan di; 1. Website www.guepedia.com 2. Instagram @guepedia_penerbitan 3. Tokopedia Guepedia 4. Bukalapak Guepedia 5. Shopee Guepedia (Sedang gangguan) 6. Facebook Guepedia TXT SERIES I [CHOI SOOBIN] Ringkasan cerita :: "Semesta! Ini maba bimbingan lo nyasar di kelompok bimbingan gue," teriak satu panitia pada seseorang. Sejak tadi Kirena memang sibuk mengamati bangunan kampus daripada meluruskan pandangannya ke depan. Tapi begitu nama Semesta disebutkan, Kirena langsung mematung dan memutar kaku kepalanya. Demi Tuhan ini tidak lucu sama sekali! Bagaimana bisa lelaki itu ada di sana? Berdiri tepat di depannya dengan pakaian yang sama seperti para panitia? "Baik. Perkenalkan nama saya Arjuna Semesta Abimana. Saya adalah pembimbing kelompok tujuh selama masa Orientasi Studi Pengenalan Kampus." Kirena yang sedari tadi menunduk mulai kembali mengangkat kepalanya untuk memastikan satu kali lagi. Apa benar yang berdiri menjulang di depan sana itu adalah Semesta? Semesta-nya? dan begitu mata mereka terkunci satu sama lain, rasanya Kirena ingin menangis saat itu juga. Kepalanya pening bukan main. Wajah datar dan mata tajam itu masih sama. Yang berdiri di sana benar-benar Semesta-nya. dan begitu Semesta memutuskan kontak mata mereka, bahu Kirena melemas. Semangatnya luntur tak bersisa. Dan hanya meninggalkan satu bisikan tak mengenakan dari dalam dirinya sendiri. Selamat, Ren. Kayaknya kamu emang gak akan bisa lepas dari pengaruh Semesta. Ternyata memang benar ya? Mempelajari Semesta itu berarti mempelajari diri sendiri. Inget, Move On! Ah, Shit!
All Rights Reserved
#296
choisoobin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Pers Kampus 3.0 ✔
  • Never-ending Story Book 3: Secret Secret (MinSung)
  • Seven Crazies [Re-publish]
  • East sky first love
  • ALEYA~~
  • Semestanya Vanila
  • SENDIRIAN.

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [BUDAYAKAN VOTE DAN COMEN] Duda? Sering kali sahabat karibnya itu memanggilnya dengan sebutan tersebut. Arsenal Fernansyah, seorang peri berumur 25 tahun, menjadi guru BK di sekolah milik orang tuanya serta menjadi seorang CEO di perusahaan yang di pimpin orang tuanya. Jika seorang Arsen adalah seorang guru BK yang sangat di gemari oleh siswi lainnya, maka tidak dengan satu siswinya. Seorang siswi yang sangat nakal, melanggar peraturan sekolah, tidak disiplin, selalu terlambat datang ke sekolah. Umpatan demi umpatan selalu Arsen dengar dari dalam hati siswi tengilnya. Sampai akhirnya dia membuat perjanjian dan dia pula yang harus mengakhiri. "Mama, Papa. Restuilah hubungan Arsen." ••• Olifia Keina Berlian seorang gadis SMA yang sangat ramah. Semua teman di sekolahnya sangat suka dengannya, selain cantik, Olif juga ramah. Tidak kepintaran dalam otaknya membuatnya masuk ke dalam jurusan MIPA. Entahlah, dirinya juga tidak tahu, mimpi apa dirinya sehingga harus masuk kedalam jurusan yang di penuhi dengan rumus. Sampai akhirnya sebuah persahabatan mampu membuatnya selalu mengukir senyum di setiap harinya, hingga semua akan berlalu dan begitu sangat cepat. "Seorang penghianat, selamanya akan menjadi penghianat. Begitu juga dengan orang yang berselingkuh. Selamanya akan tetap berselingkuh." ••• Liontin indah. Dua hati yang saling menyatu, membuat gadis itu untuk menjadi tuan dari kalung indah tersebut. "Aku akan jalan hanya dengan satu syarat." "Huuft, apa?" Jari telunjuknya menepuk bagian pipi kirinya, "kiss." "Tidak," "Baik kita akan disini sampai kamu mau." "Baiklah, tapi anda harus pejamkan mata." Cup ••• Cerita gue monoton? Inget, dulu kalian juga pernah ada di posisi gue. Nggak vote? Mungkin lebih baik memberi vote, itu lebih baik. Memang benar kata penulis lain, satu vote membuat mereka mempunyai semangat untuk nulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines