Story cover for SAMUDERA by Levidraa
SAMUDERA
  • WpView
    Reads 53,423
  • WpVote
    Votes 5,792
  • WpPart
    Parts 40
  • WpView
    Reads 53,423
  • WpVote
    Votes 5,792
  • WpPart
    Parts 40
Complete, First published Nov 08, 2019
2 new parts
[HATI-HATI BIKIN PERUT SAKIT KARENA NGAKAK, IRI HATI DAN SAKIT HATI!!]

Rio itu brengsek, dingin, irit bicara, dan semua orang tunduk padanya. Dari segala kebiasaan buruk yang membuat orang lain tak berani macam-macam dengannya, ada Shanon yang selalu mengejar cintanya. 

Bagi gadis itu, justru lelaki brengsek sejenis Rio yang pantas diidam-idamkan. Mengapa? Karena ia tak munafik kalau berbicara, seperti orang yang memuji padahal aslinya menggosip di belakang.

Bagi Shanon juga, kata yang tepat untuk mendeskripsikan sosok bernama Rionad Nathanio hanyalah dengan membayangkan bagaimana luasnya lautan, yang tidak satupun orang mampu menyelam ke titik terdalamnya.

Rio itu 1 dari 10 pilar terkuat geng Forster yang selalu dipuja. Bentuk nyata yang nyaris sempurna, dengan segala kata-kata penyayat hati dan desisan emosi. Juga satu-satunya orang yang mampu membuat Shanon memiliki pemikiran penuh fakta, kalau mendekati Rio sama saja terjebak di tengah samudera yang dalamnya tak terkira.

Setidaknya fakta itu sesuai dengan geraman Rio, kalau dirinya ingin sekali menjadi penyebab napas Shanon tak lagi berhembus. Dan juga menjadi alasan, kalau tak semua cinta dapat terngenggam di tangan kita.

⚠️ Banyak kata kasar [15+]
© Levidraa, 15 Mei 2021.
All Rights Reserved
Sign up to add SAMUDERA to your library and receive updates
or
#91humor
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
The Time cover
SHEZA cover
Starboy X Ketos cover
Love & Enemy cover
JANGAN CUEK!  cover
HECTIC: Crush on Cold cover
ATLAS (TERBIT) cover
Back to Begin Again cover
Bad Association cover
Falling Like A Star cover

The Time

27 parts Ongoing

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.