SEPERTIGA MALAM

SEPERTIGA MALAM

  • WpView
    Reads 8,396
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 7, 2019
"Takdir memang sulit di tebak" Apa yang kalian rasakan jika kalian mengagumi seseorang dan ingin menjadikan nya suami di kemudian hari, lalu kamu melakukan solat di sepertiga malam dan hasil nya terbukti saat beberapa tahun kedepan.... Dan ini terjadi kepada Alina... Alina tidak menyangka bahwa dia menikah dengan seseorang yang dia kagum-kagum kan semenjak SMK kelas 10 dan sekarang Alina menjadi istri Erlan Alina pikir ini karena dulu dia sering melakukan solat di sepertiga malam, dan ini lah hasil yang dia dapat dari solat tersebut, akhir nya mereka menikah dan di karuniai seorang anak perempuan yang imut Penasaran dengan ceritanya? Ayo langsung di baca aja cerita nya daripada penasaran😊 Jangan lupa di vote ya😊
All Rights Reserved
#355
boy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Luka dan Kamu [ END ]
  • Rahasia Suami Dinginku
  • Let's Divorce, Husband! [SELESAI] TERBIT✔️
  • Salah Tapi Enak [GXG]
  • MAS !
  • [SELESAI] Jika Tidak Denganmu. Maka Tidak Dengan Orang Lain [Season 1 & 2]
  • LIFE REGRETS ( END )
  • STUCK IN THE MOMENT WITH YOU...

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines