My Life
  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2019
Annyeong semua ..... kali ini aku mau buat cerita nih yg di ambil dari kisah hidupku sendiri walaupun ada yg sedikit melenceng sih😅 Cerita ini menceritakan seorang gadis cantik yg bernama Dhillah, yg tidak pernah di sayangi oleh orng tua dan di perlakuan tidak adil terutama oleh Ayah nya. Namun Pepatah mengatakan "Habis Gelap Terbit Lah Terang" itulah yg ia alami sekarang.Kehidupan nya berubah ketika ada 7 orng namjan yg mengaku sebagai Kakak nya. itulah titik terang nya dan hasil kerja keras nya selama ini -Dhillah ~~~ "Jalan Hidup Mu Ada Di Tangan Mu,Namun Takdir? Takdir Memang Di Tangan Tuhan, Akan Tetapi Kita Bisa Mengubah Nya Dengan Berusaha Dan Berdoa"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Ninzhy
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • DESA | Blackvelvet [END]
  • THE SWEET BROTHER CRAZY (EXOxEND)
  • LADY JANE [COMPLETE]
  •  Little Baby✅
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • THROWBACK

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines