Surat terakhir Melody

Surat terakhir Melody

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2019
Hey mari berbicara sebentar, di sini aku mencoba meyakinkan diri yang kalian runtuhkan dengan mudahnya. "Are you okay?" "Yes, I'm fine." Tapi bukan berarti aku baik-baik saja, terkadang itu hanyalah sampul untuk menutupi sebuah luka. Ini sangat sakit! Sungguh aku tak berbohong. Aku memiliki harta yang banyak, semua yang ku inginkan pasti akan terwujud. Tapi apakah kalian mengerti? aku mempunyai keluarga yang hancur, aku tak punya teman aku sendiri dengan jiwa yang kelabu. "Memangnya hanya kau yang seperti itu?" "Masih banyak di luaran sana yang sepertimu." Berhenti bertanya! Berhenti peduli! Berhenti seolah-olah kalian tau segalanya. Itu menyakiti hatiku! Aku bukan mereka! Aku tak bisa dibandingkan dengan mereka. Aku lemah, aku lelah, aku jengah. Tapi aku sadar jika aku buka suara apa kalian akan peduli? TIDAK! Pada dasarnya kalian hanya menilaiku dari luar, dan aku tak ingin sendiri maka dari itu aku lebih memilih diam dengan sebuah topeng ceria yang menutupi lukaku. Tapi aku tak benar-benar sendiri karena ada suatu hari yang mempertemukanku dengan dia, dia yang merubah hidupku dari hitam putih menjadi lebih berwarna. Hingga suatu kenyataan pahit datang membuat semua mimpi-mimpiku untuk melihat keluargaku harmonis kembali, dan juga impian-impian dengan seseorang yang merubah hidupku pun sirna, karena ternyata aku mengidap kanker hati stadium 4. Tapi aku tak berlarut dengan penyakitku justru itu yang membuat keluargaku harmonis kembali. Maafkan jika aku tak bisa menyampaikan semuanya secara langsung hanya dengan sebuah surat terakhir untuk mamah, papah, dan Alandra Dirgantara. I'M NOT OKAY, I'M DEPRESSION
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ALEYA~~
  • save me

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines