Ikanaide

Ikanaide

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Rasa itu membunuhku semakin dalam. Ketika tangisan yang pada awalnya aku keluarkan untuk mereka berakhir dengan tawa, dan disini yang salah bukan mereka, melainkan aku. Aku lah yang memutuskan untuk meninggalkan mereka. Sembari memikirkan masa lalu yang membuatku terkadang jenuh dan mulai percaya bahwa takdir itu tidak ada. Bahkan aku sempat berpikir bahwa tidak ada yang namanya TUHAN. Tetapi, lagi-lagi aku memutar otakku. Tanpa tuhan, siapa yang memberiku dunia sejenuh ini?
All Rights Reserved
#203
boy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Dear Daddy - Alec Fam Season 1
  • My Bride 2 (Tamat)
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • Dear, diary
  • DÉNOUER [✓]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines