Story cover for SUDDENLY by Spaceinrain
SUDDENLY
  • WpView
    Membaca 739
  • WpVote
    Vote 50
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 739
  • WpVote
    Vote 50
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Nov 10, 2019
Ketika tiba-tiba rasa cinta yang selama ini ia harapkan hadir. Cinta yang menjadi jawaban atas segala doa-doanya. Seketika itu juga ia menyadari bahwa perasaan terlampau indah ini merupakan hal yang salah. Tenggelam dalam siksaan batin yang berkecamuk antara benar dan salah. Sampai akhirnya ia mengakui ini Cinta yang semestinya yang dititipkan Tuhan pada dirinya. Entahlah apakah Tuhan salah sasaran menganugerahkan cinta ini tumbuh subur pada seorang gadis? Ya gadis, sama seperti dirinya. Tapi mana mungkin Tuhan salah. Ia hanya bisa menerka-nerka apa yang sedang direncanakan Tuhan pada dirinya
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan SUDDENLY ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Kara: I Left God at The Door cover
We're with You cover
KOKAI cover
This is my destiny cover
Take Your Love (Complete Story) cover
Bidadariku cover
promise cover
Teperangkap Dalam Kebiasaan cover

Kara: I Left God at The Door

12 bab Lengkap

Salahkah mereka yang mencoba berpaling? Ataukah mereka memang sudah dibutakan oleh kenikmatan duniawi? Lenaan yang memikat membuat siapa pun rela meninggalkan Tuhannya meski itu hanya di depan pintu. Ambar telah melakukannya. Dia rela meninggalkan Tuhan di depan pintu dengan dalih untuk mengobati luka hatinya. Lalu, bagaimana Ambar harus mempertanggungjawabkan tindakannya itu? Saat mencoba menebus kesalahannya, tamparan nasib membuatnya harus menyaksikan anak-anaknya tewas mengenaskan di tangan anak tertuanya. Mungkinkah ini teguran karena telah meninggalkan Tuhan? Tidak sampai di situ kegetiran hidup yang harus dia rasakan. Anak terakhir Ambar, Kara, kembali mengulang kesalahannya. Saat gadis lugu itu mencoba kembali mengais cinta kasih Tuhan dengan beban turunan yang dia pikul dari orang-orang yang telah meninggalkannya, terpaan badai kehidupan kembali memporakporandaan batinnya. Dapatkah Kara kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki dan menjadi hamba yang taat?