I'm Screet Admirer

I'm Screet Admirer

  • WpView
    LECTURAS 1,132
  • WpVote
    Votos 51
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 1, 2019
Dari kejauhan, aku melihatmu sedang berjalan seorang diri. Tidak - tidak, ternyata aku keliru. Lagi dan lagi aku melihatmu sedang bercanda dan tertawa dengannya. Kau tersenyum sangat lama dan terasa perlahan seperti mode slow-motion. Satu kata dibenakku, 'manis'. Tidak - tidak, mengapa aku mendadak lebay seperti ini. Lagi dan lagi, aku hanya mampu menatap dan terus menatapmu. Entah mengapa aku merasa sangat takut hanya untuk sekedar menyapamu. Entahlah, aku merasa semuanya begitu rumit. Ketika tanpa aba - aba, rasa itu datang dan terus menggebu - gebu menyerang kalbuku. Ternyata benar. Perasaan datang tanpa diduga. Perasaan juga tidak bisa dipaksa untuk pergi tanpa alasan. Aku hanya ingin 'engkau mengetahui apa yang sedang aku rasakan. -I'm Screet Admirer
Todos los derechos reservados
#89
keyla
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Rekal Rara [END]
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • TITIK LUKA
  • KHALILA AND OTHERS
  • Just You And Me
  • Antara Mencintai dan Dicintai
  • Hopeless
  • Markxelio
  • Paradise

Mengapa? cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati. Haruska aku egois demi cinta? Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan bobby dugem sepertiku. Jawabannya jelas tidak! Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakitiku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan. Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini berakhir sia- sia. Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa! Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya, kini kembali kulakukan. Tiada lagi hari- hari indah yang kulalui semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai seseorang membuatku kembali bangkit dan membuat hidupkku kembali berwarna. Dia adalah......

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido