A MOTHER SOON

A MOTHER SOON

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Aku hamil. Dan aku belum menikah. Ya, inilah kekacauan terbesar dalam hidupku yang dulunya terencana. Hamil disaat karirku sedang beranjak naik adalah bencana. Ini benar-benar diluar kehendakku. Hubunganku dengan Ibuku tidaklah baik. Well, tepatnya dengan semua anggota keluarga ku, sih. Jadi anggap saja aku sebatang kara di hiruk pikuk kota ini. Selain itu, aku juga tidak pernah lagi mengontak lelaki yang ikut serta dalam proses pembuatan janin ini sejak penolakannya yang sangat menyakitkan. Sebenarnya aku memberitahunya bukan karena aku takut akan biaya membesarkan seorang anak manusia atau aku ingin menikah dengannya. Selain ingin dia mengakui janin ini, aku juga ingin tahu reaksinya. Tapi yah, ternyata hubungan kami selama 2 tahun ini adalah kesia-siaan belaka dan kata-kata manis yang ia ucapkan tentang masa depan hanyalah omong kosong. Huft, untung aku wanita setrong dan independen. Jadi tidak mengenaskan amat nasibku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Turun Ranjang
  • Eysha Love Story'
  • FOREVER || myg x y/n (END)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Suami Sempurna 21 +
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • ONLY YOU

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines