A MOTHER SOON

A MOTHER SOON

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Aku hamil. Dan aku belum menikah. Ya, inilah kekacauan terbesar dalam hidupku yang dulunya terencana. Hamil disaat karirku sedang beranjak naik adalah bencana. Ini benar-benar diluar kehendakku. Hubunganku dengan Ibuku tidaklah baik. Well, tepatnya dengan semua anggota keluarga ku, sih. Jadi anggap saja aku sebatang kara di hiruk pikuk kota ini. Selain itu, aku juga tidak pernah lagi mengontak lelaki yang ikut serta dalam proses pembuatan janin ini sejak penolakannya yang sangat menyakitkan. Sebenarnya aku memberitahunya bukan karena aku takut akan biaya membesarkan seorang anak manusia atau aku ingin menikah dengannya. Selain ingin dia mengakui janin ini, aku juga ingin tahu reaksinya. Tapi yah, ternyata hubungan kami selama 2 tahun ini adalah kesia-siaan belaka dan kata-kata manis yang ia ucapkan tentang masa depan hanyalah omong kosong. Huft, untung aku wanita setrong dan independen. Jadi tidak mengenaskan amat nasibku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suami Sempurna 21 +
  • ONLY YOU
  • Eysha Love Story'
  • My Baby's Father [New Version]
  • Surrogate
  • TEOLOGI CINTA
  • Istri Cadangan
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • Turun Ranjang

Dengan gerakan tiba-tiba Derek menarik kepalaku. Aku nyaris terjatuh kalau saja kedua tanganku tidak menggapai bahunya. Kami saling bertatapan. Bibir kami nyaris bersentuhan. Lalu, dia membenarkan posisi dudukku kembali. Aku ternganga saat melihat Claire dan Justin di depan kami. Derek mengusap bibirnya dengan punggung tangan seakan kami baru saja berciuman dan aku meninggalkan bekas lipstikku di bibirnya. Claire menatap Derek dan Justin menatapku. "Maaf, aku pikir kalian tidak datang. Aku dan Sarah sedang menikmati suasana malam ini." Derek tersenyum tipis. "Aku tidak percaya Derek yang aku kenal berani mencium seorang wanita di tempat umum." Justin duduk di depan Derek. "Ya, meskipun dia istrimu." "Di sini tidak ada orang." "Derek berani menciumku dimana pun." Semua mata tertuju padaku. "Emm, dia suami yang luar biasa. Dan bayi kami akan tumbuh menjadi anak yang penuh dengan kasih sayang dan cinta." Aku membelai perutku. Percayalah, isinya hanya kentang goreng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines