A MOTHER SOON

A MOTHER SOON

  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, nov 11, 2019
Aku hamil. Dan aku belum menikah. Ya, inilah kekacauan terbesar dalam hidupku yang dulunya terencana. Hamil disaat karirku sedang beranjak naik adalah bencana. Ini benar-benar diluar kehendakku. Hubunganku dengan Ibuku tidaklah baik. Well, tepatnya dengan semua anggota keluarga ku, sih. Jadi anggap saja aku sebatang kara di hiruk pikuk kota ini. Selain itu, aku juga tidak pernah lagi mengontak lelaki yang ikut serta dalam proses pembuatan janin ini sejak penolakannya yang sangat menyakitkan. Sebenarnya aku memberitahunya bukan karena aku takut akan biaya membesarkan seorang anak manusia atau aku ingin menikah dengannya. Selain ingin dia mengakui janin ini, aku juga ingin tahu reaksinya. Tapi yah, ternyata hubungan kami selama 2 tahun ini adalah kesia-siaan belaka dan kata-kata manis yang ia ucapkan tentang masa depan hanyalah omong kosong. Huft, untung aku wanita setrong dan independen. Jadi tidak mengenaskan amat nasibku.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Turun Ranjang
  • Surrogate
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Salah Target [Unpublish]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Angel To Raya (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • FOREVER || myg x y/n (END)
  • Istri Cadangan

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo