Story cover for Penyejuk Rasa by Suci_asa
Penyejuk Rasa
  • WpView
    Reads 435
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 435
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 11, 2019
Ketika kalian mendengar nama embun, pasti akan terbesit sosok wanita anggun dan juga lembut. Andai saja sosok wanita itu aku, karena namaku juga Embun. Cantika Embun Az-zahra. Namun sayangnya, aku tercipta bukan untuk menjadi wanita yang kalian bayangkan. Aku lebih senang bergaul dan bercerita kepada semua orang. Aku juga periang, dan cenderung pecicilan. Entahlah, terkadang aku merasa gagal menyandang nama yang sudah ayah berikan padaku.

~~~
"Suaramu juga candu bagiku. Cantika, aku ingin mengenal dirimu, bukan hanya suaramu." - Reyhan Saputra

~~~
"Kapan-kapan aku berniat bertemu Ayahmu. Doakan segera diberi waktu yang tepat ya. Assalamualaikum aku duluan Mbun"
What? Ya Allah... masyaAllah... Embun gak salah denger kan ya.. Embun gak salah paham kan ini. Mas Dzaki, yang aku pepet terus di sepertiga malamku, mau ketemu Ayah? Lumer akutu...
All Rights Reserved
Sign up to add Penyejuk Rasa to your library and receive updates
or
#42embun
Content Guidelines
You may also like
JAUH DIMATA DEKAT DIDOA by silmirizkiyanti
30 parts Complete
"CINTA ITU DOA & DOA ITU CINTA. MAKA SIAPA YANG MENCINTAIMU DIA MENDOAKANMU & SIAPA YANG MENDOAKANMU DIA TELAH MENCINTAIMU SEUTUHNYA" Namamu masih sering kusebut dalam bingkisan do'a ku.Namamu yang masih ku simpan dalam memori tersendiri dalam ingatanku.Namamu yang tak bisa kutinggalkan saat aku memohon dan meminta kepada Rabbku.Sebuah nama yang entah itu akan Allah pertemukan dan satukan tidaknya denganku hanya Allah Yang Maha Tahu. Saat ini memang aku jauh dari dirimu bahkan melihatmu pun aku tak mampu.Saat ini memang aku tak selalu ada untuk menemani dan mendampingimu engkau yang jauh di mata namun dekat dalam do'aku.Engkau yang mungkin pernah bertemu dengan ku namun Allah belum izinkan untuk bersatu. Tanpa kau meminta aku pun selalu mendoakanmu.Mendoakan keberhasilan dan proses memperbaiki dirimu untuk menjadi pangeran bertaqwaku.Semoga Allah selalu menjaga hati, niat, dan iman kita untuk mengejar ridhoNya selalu.Sebuah nama yang ku sebut adalah untuk kamu jodoh calon imamku. Entah dimana, entah kapan, entah seperti caranya bertemu dan entah siapapun itu aku menunggu dalam penantianku.Entah pula jodohku yang akan menjemput lebih dulu atau maut yang menghampiriku terlebih dahulu. Yang aku tahu ketika aku disini memperbaiki diriku saat itu pula Allah memperbaiki dirimu.Yang aku tahu jika maut menjemputku lebih dulu mungkin Allah pertemukan aku dengan dirimu ditempat yang Allah janjikan untukku . ~Belum selesai masih dalam tahap revisi dan pembuatan part selanjutnya~ NB : Afwan untuk typo di cerita ini, saya masih belajar dan butuh apresiasi dari kalian, jika ada typo saya mohon maaf dan tolong ingatkan. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiran😊🙏🏻
You may also like
Slide 1 of 10
Catatan Hijrah cover
JAUH DIMATA DEKAT DIDOA cover
Senja Bersamamu | √ cover
Annam Al Abbiyan  cover
PENANTIAN (Sudah Terbit)✅ cover
GARIS WAKTU [COMPLETED] √ cover
Anugrah Cahaya Langit [New Version] cover
Love In Profession[End] cover
cinta yang terlambat cover
Our Love Story cover

Catatan Hijrah

9 parts Complete

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.