quotes BROKEN HOME

quotes BROKEN HOME

  • WpView
    Membaca 109
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 11, 2019
sebuah kata yang dilontarkan semua dalam tulisan itu iyalah kesakitan yang hanya bisa kulampiaskan , ku pendam, dan juga tentang penderitaan tak berujung , jeritan tak bersuara , rintihan yang tak pernah didengar, dan sedangkan air mata tak kunjung berhenti dan tak kunjung kembali lagi air mata itu. Broken home bukan akhir dari segalanya . tetap kuat , mencoba kepala dingin , sabar , jangan menyerah untuh meraih dan mewujudkan cita cita dan harapan mu untuk masa depan .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#117
anakbrokenhome
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Blamed |Hwang Renjun| [END]
  • Bukan Kita D.A.N
  • RUMAH KITA
  • RUMAH KE DUA
  • Hanya Singgah
  • Adek Abang || END
  • Bumi ; The Hurt
  • KAWULA MUDA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan