FRIENDSHIP
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 12, 2019
Ketika persahabatan namun salah satunya memendam perasaan seperti halnya, seorang Nasya Sanaya,gadis berambut panjang,mempunya senyum yang manis,berkulit sawo matang.Nasya tak berani mengungkapkan kepada laki-laki yang sudah lama ia kenal yang bernama Satria Saputra laki-laki berbadan tinggi,berkulit putih dan mempunyai hidung yang mancung. Bukan maksud nasya untuk memaksa, hanya saja cinta tak pernah tau kepada siapa dia harus berlabuh,hingga pada akhirnya yang tersisa hanyalah kenangan dan kerinduan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTAN
  • Love in Silence
  • Semesta Ingin Aku Bagaimana (?)
  • Rekal Rara [END]
  • Aderaga [ON GOING]
  • KETOS i'm sorry ! [Complete]
  • Senja yang Terlewatkan
  • RAISEN
  • Baper. (Completed)
  • My Day With(out) My (Boy)friend
ARTAN

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] *** Tentang gadis cuek dan laki-laki absurd tak bisa diam bak cacing kepanasan. *** Bayangkan bagaimana rasa nya jika kehidupanmu berubah secara tiba-tiba? Itulah yang di alami seorang gadis bernama Naisha Nazira Maheswari. Hal ini terjadi setelah ia diganggu oleh si brandal sekolah baru nya. Hal yang paling menyebalkan adalah, ketika hari-harimu dikacaukan oleh seseorang yang tidak pernah terpikirkan sebelum nya. Disinilah awal pertemuan dan kisah tak terlupakan antara seorang gadis cantik, ambisius terhadap pelajaran dan ratu matematika dengan seorang Artan Mahesa Shankara. Laki-laki berandal, penguasa sekolah, ketua geng, dan selalu membuat onar tentunya. *** "GUE BENCI SAMA LO!" Teriak Naisha. "Hah, cinta?" "Congekan ya lo, kampret!" Umpat Naisha geram. "Iya, gue juga cinta kok sama lo.." *** "Lo udah suka, kan, sama gue?" Tanya lelaki itu percaya diri. Naisha melirik malas, "Najis! Lo bau ketek, congekan, rambut acak-acakan, jigong lo juga tuh tebel. Ga minat gue." Maki Naisha, mampus. "Gue heran, gimana bisa, sih, lo se-percaya diri itu?" "Iya karena gue ganteng, apalagi lah?" "Gantengan juga tukang kebun gue daripada monyet kayak lo!" "Mulut lo durhaka banget boncel!" Gemas Artan sambil menyomot bibir tipis Naisha. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines