ANDIVIN
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2019
Cerita tentang Andin Mahendra perempuan yang diluar jutek tapi di dalam hatinya baik dan memiliki paras yang cantik dan manis.Karena hatinya yang baik itu membuat dia mudah muluh,disakiti dan dikecewakan oleh Kevin Alvino.Kevin adalah cowok yang dingin dan cuek,dia juga tidak peduli sama sekali dengan lingkungan sekitar.Yang dia pentingkan yaitu mengejar cita-citanya.Namun sejak Kevin bertemu dengan Andin,dia menjadi mengenal cinta dan peduli, namun tetap saja dingin.Apakah Andin bisa meluluhkan keras hatinya Kevin?Apakah Andin akan bersama dengan Kevin dan hidup bahagia? Untuk Kevin Alvino, "Sedingin apapun sikapmu,secuek apapun dirimu padaku aku tetap sabar mencintaimu dalam diam,walau terkadang cintaku itulah yang selalu melukai diriku sendiri.Walau tak terbalaskan aku tetap menunggu kita bersama dan bahagia." AndinMahendra.❤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • NABILA & ALVIAN
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • PELENGKAP HIDUPKU
  • Bintang Kedua (Revisi)
  • Early Hate To Be Love
  • Pergi Dari Hatiku
  • HUSBAND [END]
  • My Husband Is CEO  [End]

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines