Story cover for Mata-mata by kuelapistiga
Mata-mata
  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 15
Complete, First published Nov 11, 2019
Ini bukan tentang agen detektif!

Sudah pasti dengan membaca tulisan ini Anda dengan melihat, dengan mata, sampai berlabuh kemata hati. Bahkan hewan juga memiliki mata, ada dua. Kalau tiga serem, apalagi empat, apalgi lima...dst (capek ngitung). Kalau untuk posisi, biasanya berada diatas hidung, dibawah jidat. Maka bersyukurlah kita memiliki, karena ada yang di luar sana tidak bisa mendapatkannya.


Oke setiap hari kita selalu menggunakannya, kalau capek ya istirahat, tidur. Kalau tidur itu caranya memejamkan mata, beberapa detik, menit, juga jam. Kalau ada yang bisa tidur berhari-hari itu siapa ya? Mungkin saja orang meninggal, atau hewan yang sedang berhibranasi, atau kepopong yang akan menjadi kupu-kupu.

Lanjut, terus ini isinya apaan saja  ya?
'Engga tahu, makanya gunain mata lo buat baca isinya dihalaman berikutnya.'
Kalau di bilang isi dari ini, 
Lucu, mungkin saja
Sedih, mungkin saja
Senang, mungkin saja
Cinta yang tumbuh dan patah, bisa jadi
Ah kebanyakan mungkin saja...

Geser ke halaman selanjutnya untuk mengetahui teka-teki terselubung dalam cerita ini, dan temukan tanda X untuk mendapatkan hadiah 'Rahasia.'
All Rights Reserved
Sign up to add Mata-mata to your library and receive updates
or
#11dagelan
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
 Empathy (On-Going) by TheFoolist
11 parts Ongoing
───❅ ♡♡☀️♢♢ ❅─── 📍| 𝐄𝐦𝐩𝐚𝐭𝐡𝐲 Kemunculan makhluk humanoid terdistorsi memicu ancaman dan misteri baru bagi Mike Carter, seorang detektif yang terjerat 𝑬𝒎𝒑𝒂𝒕𝒊 dan rasa bersalah. Penyelidikannya membawanya dari London ke New York untuk mengungkap akar teror tersebut, mempertemukannya dengan orang-orang yang membantu sekaligus menguji keyakinannya. Namun, semakin dekat Mike pada kebenaran, semakin dalam ia terseret ke dalam kegelapan yang mengancam kemanusiaannya sendiri. 🔞R17+ | Dewasa ✨| 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤𝐦𝐮, 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 Halo para Pengamat! Aku mau berterimakasih pada kalian yang udah mau baca dan mengecek cerita ini. Aku selalu bersyukur atas tiap huruf yang kalian baca! Nah berhubung novel ini adalah novel pertama yang aku buat, jadi dimaklumi jika terasa kurang yaa! Thank you once again, Observer. ℹ️| 𝐈𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐓𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 Cerita ini terbagi menjadi 3 Bagian, dan akan dirilis per-bagian dalam jangka waktu yang tidak menentu. Cerita ini MURNI dari hasil imajinasi dan pikiran sendiri. Seluruh ide, konsep, dan alur merupakan BUATAN penulis. Aksi plagiarisme atau peniruan karya tidak akan bisa di toleransi, dan bisa saja di bawa ke ranah hukum. Sesuai dengan yang tertera "All Rights Reserved". Tolong respect sesama penulis ya! Jika ada kesalahan penulisan, mohon dimaafkan ya! Selamat membaca 😉. Dimulai: 26/05/2025 Selesai: - 🖼️| 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 & 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐎𝐥𝐞𝐡 𝐂𝐚𝐧𝐯𝐚
You may also like
Slide 1 of 8
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Iyrin : Di Balik Sayap dan Bisikan (HIATUS) cover
cinta untuk sang nona  cover
 Empathy (On-Going) cover
DREAM HIGH (UPDATE)  cover
Ada Apa Dengan Waktu ? cover
Kumpulan Cerita Horor cover
MAS ! cover

Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

25 parts Ongoing Mature

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.