Story cover for Mata-mata by kuelapistiga
Mata-mata
  • WpView
    Leituras 347
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Capítulos 15
  • WpView
    Leituras 347
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Capítulos 15
Concluída, Primeira publicação em nov 11, 2019
Ini bukan tentang agen detektif!

Sudah pasti dengan membaca tulisan ini Anda dengan melihat, dengan mata, sampai berlabuh kemata hati. Bahkan hewan juga memiliki mata, ada dua. Kalau tiga serem, apalagi empat, apalgi lima...dst (capek ngitung). Kalau untuk posisi, biasanya berada diatas hidung, dibawah jidat. Maka bersyukurlah kita memiliki, karena ada yang di luar sana tidak bisa mendapatkannya.


Oke setiap hari kita selalu menggunakannya, kalau capek ya istirahat, tidur. Kalau tidur itu caranya memejamkan mata, beberapa detik, menit, juga jam. Kalau ada yang bisa tidur berhari-hari itu siapa ya? Mungkin saja orang meninggal, atau hewan yang sedang berhibranasi, atau kepopong yang akan menjadi kupu-kupu.

Lanjut, terus ini isinya apaan saja  ya?
'Engga tahu, makanya gunain mata lo buat baca isinya dihalaman berikutnya.'
Kalau di bilang isi dari ini, 
Lucu, mungkin saja
Sedih, mungkin saja
Senang, mungkin saja
Cinta yang tumbuh dan patah, bisa jadi
Ah kebanyakan mungkin saja...

Geser ke halaman selanjutnya untuk mengetahui teka-teki terselubung dalam cerita ini, dan temukan tanda X untuk mendapatkan hadiah 'Rahasia.'
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Mata-mata à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#5iya
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
DEGRADASI [ON GOING] cover
Resah (Cuap) cover
Leonids cover
My Wish cover
30 Aksara Mahabbah [Hiatus] cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Rembulan Yang Sirna cover
kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2) cover
OBSERVE [GeminiFourth] cover
Pikul Pilu Pada Pulangmu cover

DEGRADASI [ON GOING]

61 capítulos Em andamento

Dahulu, Ia datang membawa aksara amerta, mengeja rindu di ambang pintu rasa. Seorang pemuja struktur yang bersumpah atas nama anuraga. ​Namun, waktu adalah kala yang paling rahasia; perlahan Ia merobohkan pondasi tanpa suara. Di antara barisan diksi yang pinaka, aku menyaksikan sebuah ketulusan yang mengalami degradasi. ​Tak ada sengketa, hanya aku yang tertinggal di antara reruntuhan janji yang kini menjadi maya. Bagai menanti burung terbang tinggi, tunggul juga yang dipagut- aku menunggu kembali, meski Ia telah memilih menepi.