A Beautiful Memory (Sung Hanbin's fanfiction)

A Beautiful Memory (Sung Hanbin's fanfiction)

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
"Setiap malam aku disadarkan bahwa ujian terbesar cinta itu bukan kehilangan, tapi kerinduan akan kenangan yang takkan pernah terulang"ㅡAnonymous. Kerinduan kepada sang pujaan hati membuat Kim JiAh merasa dunia sangat tidak adil dan tak berpihak padanya. Mengingat bagaimana dulu perjuangannya demi mendapatkan hati sang suami yang sangatlah tidak mudah. Ditambah statusnya sebagai public figure membuat Kim JiAh sangat sulit untuk sekedar mendapatkan apa yang sebenarnya dia inginkan. ⚠ update seingetnya wkwk Story by syeon9u©2024
All Rights Reserved
#22
kimjiwoong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Taste of Love ft Park Sunghoon of Enhypen [COMPLETED]
  • Reset | HeeSunSun
  • Seseorang Yang Lain (END)
  • Stay Still | PJM
  • Niga Hamyeon [Marriage Life] - KTH ✔
  • (Im) Perfect Ways to Kill My Husband [TAEKOOK] [END]√
  • Save Me [Changkyun]
  • Complicated Marriage.-Myg
  • My Regret ( Tamat )

(END) Menikah dengan pria yang jauh lebih dewasa bukanlah hal yang pernah Anna bayangkan. Sunghoon, suaminya, adalah sosok tenang dan penuh aturan, sementara Anna ceroboh, impulsif, dan sering bertindak tanpa berpikir panjang. Perbedaan mereka begitu nyata, seolah berasal dari dunia yang berbeda. Hari-hari mereka diisi dengan tawa, pertengkaran kecil, dan kekacauan yang dibuat Anna, dari lupa membawa payung hingga mengacaukan dapur saat mencoba memasak untuk Sunghoon. Meski awalnya hanya bisa menghela napas, Sunghoon perlahan terbiasa dengan keberadaan Anna yang mengisi hidupnya dengan kehangatan yang tak terduga. Namun, tidak semua berjalan mudah. Ada saat di mana Anna merasa tidak cukup baik untuk Sunghoon, dan hari-hari di mana Sunghoon harus lebih memahami istrinya yang penuh energi. Tapi di antara perbedaan mereka, satu hal tetap sama, cara Sunghoon menggenggam tangan Anna saat ia ragu, dan bagaimana mereka menemukan rumah dalam satu sama lain. Cinta mereka mungkin tidak sempurna, tetapi mereka belajar bahwa cinta bukan soal kesempurnaan, melainkan tentang menerima, bertahan, dan terus tumbuh bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines