Perempuan Penyuka Es Teh

Perempuan Penyuka Es Teh

  • WpView
    Reads 110,512
  • WpVote
    Votes 7,540
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Sep 29, 2020
Bagaimana aku bisa memenuhi rengekan ibu mertua tentang cucu sementara pernikahanku dan Wikan hanya sebatas status di Kartu Keluarga? Aku masih menggenggam erat cinta masa lalu. Wikan masih terhujam kisah yang lalu. Kami sama-sama tak lagi percaya pada cinta. Sama-sama kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa. Namun, memilih memutuskan menikah karena butuh perubahan status di KTP, KK, dan di depan tatapan serta nyinyiran orang-orang. Maka, ketika tawaran dari seseorang yang tampan dan mapan itu datang, perempuan yang lemah tanpa es teh sepertiku bisa apa selain menerimanya. Tapi, mampukah kita bertahan bersama? Mampukah kita menyimpan rapat rahasia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • The Thug Who Became My Sanctuary
  • Because Of You (Tamat)
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Baby Girl
  • Best Of Name (END)

___oOo___ Nama gue Anindya, kalian boleh manggil gue Anin. Di usia gue yang ke 20 tahun, orang tua gue memutuskan untuk menjodohkan gue dengan anak teman mereka yang bernama Aqil. Gue enggak ngerti kenapa gue dinikahin secepat itu, atau mungkin selama ini gue telah banyak membuat mereka kerepotan? Tentu saja gue menolak, gue enggak kenal sama dia. Dan gue masih belum mau diikat dengan pernikahan. Ada pendidikan yang gue kejar mati-matian. Gue masih punya cita-cita yang tinggi.Tapi gue enggak berdaya di hadapan mama dan papa. Mau tak mau gue mengikuti kemauan mereka untuk menikah. Sama seperti rumah tangga pada umunya, ada banyak kesulitan yang harus kami lalui. Mulai dari di awal pernikahan yang penuh dengan rasa tegang dan kecanggungan, keraguan dan rasa takut. Semua ini sukses membuat kepala gue hampir pecah. Gue udah dipusingin sama tugas yang seperti bebatuan sungai, makin dibuat pusing dengan urusan suami dan tetek bengek rumah tangga sebagaimana ibu rumah tangga di luar sana. Dulu, gue sering bilang sama temen gue, kalau nikah Jadi mahasiswi sekaligus Istri itu berat! Dan ... benar. Kalian enggak akan kuat. Biar gue aja. ___oOo___ #1 dalam sastra wanita Tersedia di KBM, versi KBM beda ya gaes dengan versi wattpad, bedanya di sana lebih detail sebab ada banyak tambahan narasinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines