Perempuan Penyuka Es Teh

Perempuan Penyuka Es Teh

  • WpView
    Reads 110,702
  • WpVote
    Mga Boto 7,554
  • WpPart
    Mga Parte 30
WpMetadataReadMatureKumpleto Tue, Sep 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana aku bisa memenuhi rengekan ibu mertua tentang cucu sementara pernikahanku dan Wikan hanya sebatas status di Kartu Keluarga? Aku masih menggenggam erat cinta masa lalu. Wikan masih terhujam kisah yang lalu. Kami sama-sama tak lagi percaya pada cinta. Sama-sama kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa. Namun, memilih memutuskan menikah karena butuh perubahan status di KTP, KK, dan di depan tatapan serta nyinyiran orang-orang. Maka, ketika tawaran dari seseorang yang tampan dan mapan itu datang, perempuan yang lemah tanpa es teh sepertiku bisa apa selain menerimanya. Tapi, mampukah kita bertahan bersama? Mampukah kita menyimpan rapat rahasia?
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • Darsa (END)
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • I Became The Protagonist Secretary (End)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman