Uncatch - Kang Daniel

Uncatch - Kang Daniel

  • WpView
    مقروء 140
  • WpVote
    صوت 26
  • WpPart
    فصول 3
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, ينا ٢١, ٢٠٢٠
Manis, pandai, ramah dan memiliki banyak teman. Itu lah yang bisa di deskripsikan dari seorang Brigita Archigya. Dia gadis yang cerah, secerah matahari pagi. Senyumnya sangat sangat manis. Namun ada satu keanehan pada dirinya. Air matanya selalu menggenang ketika sedang merasa bahagia, selalu seperti itu sejak setahun belakangan. Dia akan berlinang hanya karena diberikan hadiah, ataupun hanya karena berkumpul dengan temannya yang tertawa riang. Brigita bilang dia tidak apa-apa hanya terlalu senang karena dapat berkumpul dengan teman-temannya. Aneh bukan? Dipublis 22/01/20
جميع الحقوق محفوظة
#6
unknow
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Dishana (End)
  • I'm okay (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • KANBI
  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  •  ANATHA
  • Angel Baby
  • Friendship Journey [Tamat]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى